RSS

Rabu, 12 Mei 2010

Seandainya,,,,

Bayangkan apabila Rasulullah dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita.
Beliau tentu tersenyum........
Tapi barangkali kita meminta pula Rasulullah menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.
Beliau tentu tetap tersenyum........
Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada di ruang samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.
Beliau tentu tersenyum.......
Bagaimana bila kemudian Rasulullah bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hapal lagu-lagu barat daripada menghapal Shalawat kepada Rasulullah SAW. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW karena kita lupa dan lalai mempelajarinya.
Beliau tentu tersenyum........
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya tetapi hapal di luar kepala mengenai anggota Indonesian Idols atau AFI. Barangkali kita terpaksa harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat. Atau barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah.
Beliau tentu tersenyum.......
Belum lagi koleksi buku-buku kita. Belum lagi koleksi kaset kita. Belum lagi koleksi karaoke kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke masjid meskipun adzan berbunyi.
Beliau tentu tersenyum........
Barangkali kita menjadi malu karena pada saat Maghrib keluarga kita malah sibuk di depan TV.
Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan duniawi.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah.
Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Qur'an.
Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengenal tetangga-tetangga kita.
Beliau tentu tersenyum.......
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.
Betapa senyum beliau masih ada di situ........
Bayangkan apabila Rasulullah tiba-tiba muncul di depan rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap di rumah kita?
Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu.
Maafkan kami ya Rasulullah........
Masihkah beliau tersenyum?
Senyum pilu, senyum sedih dan senyum getir........
Oh betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah........

Hari - Hari ini,,,,,

Rasulullah SAW bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat ialah munculnya KEBODOHAN, banyak yang meminum ARAK, dan timbulnya perZINAan yang dilakukan secara terang-terangan. (Shahih Muslim No.4824)
keBODOHan apa Padahal sekolah banyak, kursus, TV?
Lihat, lihat disekeliling kita..
Banyak yg BUTA AGAMA
kebodohan ber-ISLAM yg salah.
Islam ya cm sholat, tp otaknya YAHUDI
Islamnya KTP, SHOLATnya lepas
Soal DUNIAnya dia takut, AKHIRATnya masa bodoh
PACARAN menjadi lumrah kyk artis SINETRON
Jalur nikah Rasulullah ditinggalkan
ZINA terang2an beredar oleh pelaku2nya sendiri.
KHAMAR dilazimkan sbg tren
Sobatku...
Janganlah terlalu HERAN.
Jaman ini memang banyak orang2 BODOH
BANGGA dgn keBODOHannya
BANGGA dgn DUNIAnya
Seperti yg disebutkan pd hadist diatas.
tak perlu heran
ERA INI MILENIUM INI ADALAH AKHIR ZAMAN,,,,,,!!!!!

Rabu, 17 Maret 2010

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُواْ نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ -٤٧- Dan (ingatlah) ketika Kami Menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir ‘aun.** Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhan-mu. ------------------------------------------------------------------

Jumat, 26 Februari 2010

Posted by Picasa

Warna itu indah,,,,,

Posted by Picasa

Warna itu indah,,,,,

Selasa, 09 Februari 2010

Saat - saat ini aku begitu mengagumi segala hal mengenai dirimu,,,, Namun selalu terbesit sebuah tanya,,,, "Seandainya Dirimu menjadi apa yg aku inginkan apakah rasa ini masih ada ???"

Dimanakah seharusnya aku berada ??? ternyata masalalu memang sulit untuk diam,,,,,

Wahai masalalu aku mohon diamlah untuk sejenak,,,,, Kini giliran masadepan yang harus berbicara,,,,,

Saat mentari datang,,,adalah harapan baru untuk membuka rahasia hidup ,,,,,,,,

Jumat, 04 Desember 2009

Sungguh senang rasanya melihat wajahmu nan indah,,,,,,, Namun secepat itu kita bertemu secepat itu pula kau pergi,,,,,,Tak sempat aku berbincang denganmu,,,,,,, Di saat masalah datang dirimu sangat menghibur dengan keindahanmu,,,, Gelegar suara mu yang menggemparkan langit hingga sang langit tak kuasa menitikkan air mata,,,,, Tak habis pikir segala yang ada di otak ku tak dapat kulakukan dengan segenap raga,,,,,,, Huft,,, kapan impianku jadi kenyataan,,, hanya 3 permintaan itulah asa ku saat ini,,,,,,,,

Sabtu, 21 November 2009

Hitam dan Putih masa lalu,,,,, Kini Memudar,,,, Mulai terasa lelah,,, aku bertahan,,,, Dan tag seberapa yg kudapatkan,,,, Jiwa ini tlah lelah,,, Rasa ini tag akan terobati,,,, Ku ingin tiada beban tersisa yang tertanam di jiwa,,,, Mencoba menatap langit yang tenang,,,, Pernah kusimpan jauh rasa ini,, Ku lepas semua,,, Dan tak akan ku ulangi,,, Sungguh membebaniku,,,,, Apa yang terjadi Dengan diriku,,,, Kini ku ingin kembali ke duniaku yang terlupa.... Melangkah untug tag lagi mengingat tentang mu,,, Agar tak ada lagi beban tersisa,,,,,

Jumat, 06 November 2009